Formula 1 (F1) adalah ajang balap mobil paling bergengsi di dunia yang mengandalkan teknologi mesin canggih. Mesin F1 terus mengalami evolusi untuk meningkatkan performa, efisiensi bahan bakar, dan keberlanjutan lingkungan. Dalam dunia F1, terdapat berbagai istilah teknis yang berkaitan dengan mesin dan sistem pendukungnya. Berikut adalah beberapa istilah penting yang sering digunakan dalam mesin mobil F1, referensi: www.f1dyno.com
1. Power Unit (PU)
Sejak 2014, F1 tidak lagi menggunakan mesin konvensional, melainkan sistem Power Unit (PU). Power Unit adalah sistem mesin hybrid yang menggabungkan mesin pembakaran internal dengan motor listrik untuk meningkatkan efisiensi energi dan performa.
2. Internal Combustion Engine (ICE)
ICE (Internal Combustion Engine) adalah mesin pembakaran internal yang menjadi inti dari Power Unit. Saat ini, mesin yang digunakan adalah 1.6L turbocharged V6 yang menghasilkan tenaga besar meskipun berkapasitas kecil.
3. Turbocharger (TC)
Turbocharger adalah komponen yang meningkatkan tenaga mesin dengan memanfaatkan gas buang untuk memampatkan udara masuk ke ruang bakar. Dalam F1, turbocharger memainkan peran penting dalam meningkatkan efisiensi tenaga mesin yang berkapasitas kecil.
4. Energy Recovery System (ERS)
ERS adalah sistem pemulihan energi yang memungkinkan mobil F1 mendapatkan tenaga tambahan dengan menyimpan dan menggunakan kembali energi yang dihasilkan selama balapan. ERS terbagi menjadi dua bagian utama:
- MGU-K (Motor Generator Unit – Kinetic): Mengubah energi kinetik dari pengereman menjadi energi listrik.
- MGU-H (Motor Generator Unit – Heat): Mengonversi energi panas dari turbocharger menjadi energi listrik yang dapat digunakan kembali.
5. Kinetic Energy Recovery System (KERS)
KERS adalah teknologi pendahulu ERS yang digunakan sebelum 2014. Sistem ini berfungsi untuk menyimpan energi yang dihasilkan saat pengereman dan menggunakannya untuk meningkatkan akselerasi mobil.
6. Hybrid System
Sejak diperkenalkannya Power Unit berbasis hybrid, mobil F1 tidak hanya mengandalkan bahan bakar bensin tetapi juga tenaga listrik. Sistem hybrid ini memungkinkan mobil memiliki efisiensi bahan bakar yang lebih baik tanpa mengorbankan performa.
7. Rev Limit
Rev Limit atau batas putaran mesin dalam F1 saat ini dibatasi hingga 15.000 RPM. Namun, sebagian besar tim memilih untuk menjaga putaran mesin di sekitar 12.000-13.000 RPM guna menjaga keandalan mesin selama balapan.
8. Fuel Flow Limit
F1 memiliki regulasi ketat terkait konsumsi bahan bakar. Fuel Flow Limit membatasi jumlah bahan bakar yang dapat digunakan setiap detik, yaitu maksimum 100 kg/jam saat balapan berlangsung. Ini bertujuan untuk menekan konsumsi bahan bakar dan meningkatkan efisiensi energi.
9. Engine Mode
Dalam F1, tim dan pembalap dapat mengatur berbagai Engine Mode untuk menyesuaikan tenaga dan efisiensi bahan bakar sesuai kebutuhan. Mode ini digunakan untuk meningkatkan akselerasi saat menyalip atau menghemat bahan bakar saat strategi pit stop.
10. Overboost
Overboost adalah peningkatan sementara tenaga mesin yang digunakan saat pembalap ingin menyalip lawan. Ini memanfaatkan daya tambahan dari ERS dan turbocharger untuk mendapatkan akselerasi maksimal dalam waktu singkat.
11. Drive-by-Wire (DBW)
Sistem Drive-by-Wire menggantikan kabel gas mekanis dengan sensor elektronik yang mengontrol pembukaan throttle berdasarkan input dari pedal gas. Teknologi ini meningkatkan responsivitas mesin dan efisiensi bahan bakar.
12. Cooling System
Mesin F1 bekerja dalam suhu ekstrem, sehingga membutuhkan sistem pendinginan canggih. Cooling System terdiri dari radiator, intercooler, dan sistem pembuangan panas untuk menjaga suhu optimal pada mesin dan komponen lainnya.
13. Exhaust Blown Diffuser
Teknologi ini memanfaatkan gas buang dari knalpot untuk meningkatkan efek aerodinamika mobil. Dengan mengarahkan gas buang ke bagian bawah mobil, downforce dapat ditingkatkan sehingga mobil memiliki cengkeraman yang lebih baik di tikungan.
14. Oil Burn
Salah satu teknik yang sempat digunakan tim F1 adalah Oil Burn, yaitu membakar sedikit oli di dalam ruang bakar untuk meningkatkan tenaga mesin. Namun, teknik ini telah dilarang oleh FIA karena dianggap memberikan keuntungan yang tidak adil.
15. Parc Fermé
Parc Fermé adalah aturan yang membatasi perubahan atau modifikasi pada mesin dan mobil setelah sesi kualifikasi. Ini memastikan semua mobil tetap dalam kondisi yang setara sebelum balapan dimulai.
Kesimpulan
Mobil F1 menggunakan mesin dengan teknologi canggih yang terus berkembang untuk meningkatkan performa dan efisiensi. Dengan memahami istilah-istilah seperti Power Unit, Turbocharger, ERS, ICE, dan Fuel Flow Limit, kita dapat lebih mengapresiasi kompleksitas dan inovasi dalam dunia balap Formula 1.